Repair pasca mudik

Enggak Harus Beli Part Baru

Mudik baru saja bergulir. Bikers kembali beraktivitas ditemani tunggangan kesayangan. Tapi, pasca mudik bukan berarti motor masih nyaman. Setelah tempuh ratusan kilometer, perlu juga diintip kondisinya. Apalagi sebelum mudik motor tak hanya servis, tapi juga diseting dengan mengganti beberapa komponen. Belum lagi kondisi jalan tak menentu yang berakibat pada kemampuan motor.

Biar aktivitas seperti nyamannya mudik, ayo lakukan repair ulang. Kan nggak harus beli komponen baru jika tidak parah. Berikut ini bagiannya!

PELEK DAN JARI-JARI GAMPANG OLENG

3079yang-direpair-kaki-gt.jpgKaki motor terdiri dari beberapa bagian komponen yang tersusun jadi satu rangkaian. Di antaranya ban, pelek, jari-jari, teromol, as roda, laher, lengan ayun dan sokbreker. Semua tidak bisa dipisahkan jika ingin motor tetap nyaman dikendarai.

Namun kesemua komponen ini tak punya waktu khusus untuk lakukan perbaikan, seperti yang biasa tercatat pada buku panduan perawatan. Bahkan jarak tempuh pun tidak bisa jadi patokan. Tapi tingkat keausan maupun kerusakan fatal masing-masing komponen sangat tergantung dari kondisi jalan dan cara berkendara.

Pun begitu, meski nggak ditentukan waktu atau jarak tempuh, kerusakannya masih bisa dilacak hanya dengan melihat kondisi masing-masing part. Apakah ada yang bengkok, patah atau bocor jika part itu didukung cairan fluida macam sokbreker.

Misalkan saja kembangan pada profil ban. Jika kompon sudah termakan hampir 80 persen ya wajib diganti. Tapi kalau putaran ban di pelek sudah nggak stabil alias oleng akibat sering lewat jalur rusak, artinya pelek atau jari-jari sudah minta disetel ulang.

“Kecuali jika pelek rusak parah dan bengkoknya nggak bisa disetel lagi atau jari-jari banyak yang patah. Saran saya lekas segera diganti jika tidak ingin membahayakan diri sendiri,” ujar Dikin, spesialis setel pelek roda di Jl. Anggrek, Petukangan Utara, Jakarta Selatan.

Selain pelek dan jari-jari, pastikan pula laher roda masih dalam kondisi prima. Begitu pula komponen peredam kejutnya. Sebab meski jarak tempuh mudik kurang dari 100 km, namun kondisi jalan sangat parah ditambah beban yang berlebih. Tak dipungkiri jika kemampuan sokbreker dipastikan akan ikut menurun.

“Biasanya per sokbreker yang cepat lemah jika motor sering diajak lewat jalur rusak. Paling parah, sil sokbreker bocor hingga mengeluarkan oli di dalam tabung sok. Sehingga redaman ataupu rebound sokbreker jadi kurang maksimal. Kalau sudah begitu baiknya diganti,” wanti Dikin yang sudah tahunan menangani masalah kaki-kaki motor.

Sedangkan komponen lain yang mesti dicek kondisinya adalah karet bushing pada as lengan ayun dan di anting-anting sokbreker. Sebab jika karet-karet ini sudah keras atau terkoyak, peranti ini juga bisa bikin handling motor tambah liar.

Mau seperti itu?

DIMULAI DARI NYALA LAMPU3080yang-direpair-kabel-gt.jpg

Bagian yang tak kalah penting dan nggak boleh luput dari repairing atau pengecekan ulang adalah wairing alias komponen kelistrikan motor. Seperti halnya aki, sekering, kiprok, soket atau terminal kabel, sakelar maupun fiting bohlam lampu.

Meski pada tiap bagian peranti ini terbilang jarang rusak. Namun penggunaan motor yang cukupl ama seperti mudik, sangat mungkin beberapa bagian part akan alami masalah. Entah bohlam putus, cahaya redup, soket copot hingga kehilangan arus setrum.

“Makanya biar kondisi motor kembali fit pasca mudik, enggak ada yang salah jika tiap bagian komponen kelistrikan motor dicek satu per satu. Dimulai dari cek bohlam lampu sein atau lampu utama,” ujar Ardhi Bridjal Hanafi alias Mas Boy mekanik Boy Motor Sport (BMS).

Salah satu contoh jika bohlam lampu putus atau cahanya redup. Saran Mas Boy, yang harus dilakukan pertama kali adalah kali cek kondisi bohlam. Jika putus segeralah diganti. Tapi kalau redup, bisa jadi posisi fitting lampu atau soket kabel tidak tepat sehingga arus setrum jadi tidak lancar.

Jika bukan dari fiting lampu atau soket kabel, pastikan kondisi sakelar tidak alami kerusakan. Begitu juga dengan posisi hubungan soket sekering yang tugasnya membatasi arus berlebih.

Tapi kalau bukan dari semua bagian komponen itu, pastikan setrum aki dalam kondisi yang baik. Pasalnya jika sertum aki tidak mumpuni menuyuplai arus setrum, kemampuan komponen andalkan aki bakal tidak maksimal.

“Untuk itu selalu lakukan cek air aki dan setrum ulang buat aki kering. Jangan lupa juga cek kondisi kiprok. Peranti ini yang mengatur aliran setrum dari sepul ke aki,” wanti warga Pondok Sukatani Permai, Jl. Marquisa VII, No. 4, Cimanggis, Depok.

LAKUKAN SEPERTI SERVIS RUTIN

3081yang-direpair-gantioli-boyo.jpgDipakai mudik, motor menempuh jarak lebih dari 200 km non stop alias tanpa henti dan terus dipakai selama di kampung. Maka bagian yang perlu direpair adalah mesinnya. Terutama kualitas oli, filter-filternya juga part yang perlu disetel celahnya, renggangnya dan ukurannya.

“Sebab motor dipakai jalan jauh suhu mesin lebih tinggi dari biasa. Oli pun mudah menguap juga menurunkan kualitas oli. Makanya sepulang mudik baiknya ganti oli agar volume dan proses pelumasan kembali normal,” ujar Marsudi mekanik Stebo Racing di Kebon Jeruk Baru, Blok A3/17, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pada saat ganti oli, akan lebih baik jika diselingi dengan ganti filter oli, servis karburator juga filter udara. Sebab kondisi jalan berdebu atau jalan becek sangat mudah terhisap filter udara. Tak lupa juga dengan kerenggangan klep bila awalnya diseting ulang, serta cek kondisi rantai ten sioner agar hasil pembakaran kembali sempurna.

“Begitu juga setingan gir reduksi. Kalau awalnya pasang gir berat biar rpm atas nggak cepat teriak, ya segera dikembalikan semula,” wanti Marsudi.

ATUR ULANG SEKRUP COVER BODI3082yang-direpair-bodi-endro.jpg

Kecuali motor terjatuh dan cover bodi hancur berantakan, maka pembungkus sasis, mesin dan kelistrikan motor bebek pada umumnya itu mending diganti baru. Kenapa begitu?

Pasalnya kalau sambungan cover bodi didukung clip pengunci dan sekrup mulai pada rusak atau patah akibat benturan keras. Biasanya cover bodi yang tidak menyatu dan akan menimbulkan suara kasar juga bergetar. Terutama di tiap bagian bodi yang mulai longgar.

Sebaliknya kalau cuma sebagian yang kendur atau ada sambungan yang terangkat, untuk memperbaiknya cukup dengan menyeting kembali posisi dan kekencangan sekrup-sekrup pengikat cover bodi. Tak lupa juga untuk memposisikan clip penghubung cover untuk menghindari getaran.

“Hal seperti ini umum terjadi jika motor sudah lama dipakai. Tapi kalau sering melintas di jalan rusak atau sering jatuh ringan, sangat mungkin cover bodi cepat kendur. Terutama sehabis pergi mudik seperti sekarang yang masih banyak jalan rusak,” wanti Marulloh alias Ulo pemilik bengkel Press JBB Putra Jaya Motor di Jl. RM. Kahfi I, No. 14A, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Selain itu, pastikan juga karet O-ring serta bos penahan sekrup ikut terpasang pada tempatnya dengan sempurna . Sebab kalau peranti ini tidak ikut terpasang, proses pengencangan yang diinginkan malah jadi kurang maksimal.” tutur Marulloh lagi.

Tak hanya itu bagi para pemudik yang baru pulang disarakan untuk segera mengecek dudukan lampu atau semua panel instrumen pendukung motor seperti spidometer. Pasalnya peranti ini biasanya juga terhubung dengan cover bodi.

Kalau ada dudukan lampu atau panel kendur, dipastikan juga bakal bisa bikin kaki-kaki dudukan lampu ikutan patah.

PERLU JUGA CEK SASIS

3083yang-direpair-sasis-endro-1.jpgMarulloh yang juga spesialis center bodi motor juga mewanti. Jika cover bodi mulai renggang dan tidak bisa diperbaiki, itu indikator kalau sasis motor sedikit melintir. Hal ini kerap dialami motor yang baru saja pergi mudik, terutama jika sering melitas di atas jalur rusak.

“Idealnya bikers mengkalibrasi alias ngecek kondisi fisik motor tiap 6 sampai 12 bulan sekali. Ini dilakukan guna mengetahui kelurusan seluruh sasis yang burujung pada tingkat kenyamanan berkendara,” buka Marulloh alias Ulo pemilik bengkel Press JBB Putra Jaya Motor.

Kata Ulo, pergi ke bengkel press belum tentu sasis motor diperbaiki tanpa persetujuan pemilik motor. Tapi cek kondisi fisik motor meliputi beberapa bagian di antarnya roda depan, pelek, jari-jari, laher teromol sampai as roda. Bahkan piringan rem cakram serta adaptor kaliper pun tak luput dari pantauan.

Berikutnya mengarah ke pipa teleskopik yang berhubungan langsung dengan segitiga dan as segitiga. Di bagian ini, biasanya pengecekan dilakukan untuk memastikan kemiringan pipa teleskopik dan jarak antar pipa yang diukur dari tengah.

“Bahkan kelurusan pipa dengan as komstir tidak luput dari pengecekan. Tujuannya untuk memastikan apakah segitiga nggak bengkok ke depan atau belakang dengan jarak lebih dari 8 cm. Sehingga sudut rake bisa-bisa ikutan berubah,” imbuh bapak yang buka gerai di Jl. RM. Kahfi I, No. 14A, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Berikutnya adalah cek kondisi sasis utama. Biasanya pemeriksaan ini untuk mengetahui jarak sumbu roda motor, serta kelurusan lengan ayun dengan sasis belakang agar performa sokbreker tetap optimal.

Penulis/Foto : Kris/Dok. MOTOR Plus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: